LiarLiar

Don't be a Liar

BALAI HIPERKES dan KESELAMATAN KERJA

Posted by Darryl Virgiawan on August 27, 2009

Hiperkes ( higiene perusahaan, kesehatan dan keselamatan kerja ).

Visi dan Misi

  • Visi

Terciptanya kondisi lingkungan kerja yang higienis, aman dan nyaman agar tenaga kerja sehat, selamat, sejahtera, produktif dalam hubungan industrial Pancasila yang harmonis.

  • Misi

Meningkatkan derajat kesehatan kerja yang setinggi – tingginya dengan menciptakan  lingkungan kerja yang higienis, aman, selamat dan nyaman  melalui penyusunan standar penelitian, bantuan teknis, pendidikan dan pelayanan di bidang hiperkes dan keselamatan kerja.

Fungsi balai Hiperkes

  1. Melaksanakan pengujian, pemeriksaan, penelitian dan pelatihan di bidang higiene perusahaan, kesehatan dan keselamatan kerja, penyerasian antara kerja dan lingkungan kerja ( ergonomis ) serta gizi kerja.
  2. Melaksanakan pelatihandan bantuan teknis hiperkes dan keselamatan kerja pada perusahaan.
  3. Melaksanakan pengawasan terhadap bahan – bahan kimia berbahaya, higiene perusahaan, pelayanan kesehatan kerja kepada masyarakat dan sanitasi lingkungan.
  4. Melaksanakan koordinasi ( pengawasan ) dengan instansi terkait dalam rangka menegakkan hukum di bidang kesehatan kerja dan higiene perusahaan.
  5. Menyelenggarakan urusan rumah tangga balai.

Konsep Hiperkes

  • Identifikasi / pengenalan potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja.
  • Penilaian : ada beberapa dasar yang disebut Nilai Ambang Batas ( NAB ) yaitu faktor / risiko bahaya yang ada di tempat kerja yang dianggap aman untuk kesehatan tenaga kerja yang bekerja terus menerus selama 8 jam/hari atau 40 jam/minggu.
  • Pengendalian

Faktor – faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja

  1. Fisika : iklim kerja, kebisingan, getaran, penerangan / pencahayaan, radiasi UV dan gelombang mikro.
  2. Kimia : gas, debu, uap, foam.
  3. Biologi : Jamur, bakteri dan biota lainnya.
  4. Fisiologis : ( ergonomi ) penyesuaian alat yang digunakan dengan tenaga kerja.
  5. Psikososial : hubungan antara majikan dengan tenaga kerja dan sebaliknya, disebut juga hubunga industrial pancasila.

Nilai Ambang Batas ( NAB ) adalah nilai standar tempat kerja, dimana tenaga kerja dapat melaksanakan pekerjaannya terus menerus selama 8 jam per hari atau 40 jam per minggu tanpa mendapat gangguan kesehatan dan penyakit akibat kerja. NAB diatur dalam surat keputusan Menaker No. 15/Kep-Men/1999.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: